MAKALAH
PENDIDIKAN
BUDAYA JAWA UNTUK SISWA PAUD
TUGAS INDIVIDU
Oleh:
Galuh Ginanjar Astuti
NIM 120141411495
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Semakin moderennya sistem
pembelajaran membuat pembelajaran mengenai budaya jawa semakin tergeser
keberadaannya. Padahal dalam kebudayaan jawa terdapat nilai-nilai luhur sebagai
alat kontrol yang mendasar yaitu adat istiadat yang mengikat.
Usia dini adalah masa-masa emas
perkembangan setiap anak. Pada masa usia dini ini terjadi peningkatan
signifikan pada perkembangan dan hal tersebut tidak akan terjadi pada usia
berikutnya. Oleh sebab itu anak usia dini harus diberi rangsangan pendidikan
yang sesuai dengan usianya agar otak dari anak-anak tersebut bisa berkembang
dengan optimal.
Hal inilah yang melatarbelakangi
program “Pendidikan
Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini, dengan memberikan pendidikan mengenai
kebudayaan jawa sejak usia dini atau usia PAUD maka pembelajaran akan lebih
tertanam pada diri anak terutama pembelajaran perilaku yang berbasis kudayaan
jawa.
B.
RUMUSAN
MASALAH
a.
Bagaimanakah metode pembelajaran pada
program “Pendidikan
Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ?
b.
Bagaimanakah agar program “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa
PAUD” dapat berlangsung?
C.
TUJUAN
Tujuan dari program “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa
PAUD” adalah agar peserta didik lebih mengetahui budaya dimana mereka tinggal
sehingga tidak meninggalkan adat istiadat dan kebudayaan yang berlaku di
sekitar mereka. Lebih dari itu agar peserta didik memiliki kontrol terhadap
perkembangan jaman yang membawa budaya-budaya yang tidak sesuai dengan adat
ketimuran.
BAB II
KAJIAN TEORITIK
A.
PENDIDIKAN
Dalam kamus besar bahasa Indonesia
pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi
latihan (ajaran, pimpinan), yaitu memelihara akhlak dan kecerdasan pikiran.
Sedangkan pendidikan itu sendiri memiliki pengertian proses perubahan sikap dan
tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam upaya mendewasakan manusia melalui
upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar
Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti,
pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup
dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakat. Pendidikan dalam
bahasa yunaniberasal dari kata pedagogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang romawi
melihat pendidikan sebagai educare mengeluarkan dan menuntun, tindakan
merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu di lahirkan di dunia. Bangsa
jerman melihat pendidikan sebagai erziehung yang setara dengan educare, yakni
membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam
bahasa jawa, pendidikan berarti pengelolaan, mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan
perasaan, pikiran kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.
B.
ANAK
DAN ANAK USIA DINI
Menurut
pasal 1 ayat (2) undang-undang no. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak
menyebutkan bahwa :” anak adalah seorang yang belum mencapai umur 21 tahun (dua
puluh satu dan belum pernah kawin )sedangkan usia dini adalh mereka yang
berusia lebih dari 2 tahun dan berusia kurang dari 13 tahun. Batasan tersebut dikemukakan
oleh mrumfit, moon dan tongue (1991:v). dalam jenjang pendidikan batas terendah
usia dini dalam hal ini adalah mereka yang memulai atau duduk di taman
kanak-kanak atau kelompok bermain, sedangkan jenjang tertinggi usia dini adalah
kira-kira mereka duduk di jenjang sekolah dasar kelas enam.
C.
DEFINISI BUDAYA
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki
bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur
yang rumit, termasuk sistem
agama dan politik,
adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan,
dan karya seni.
Bahasa, sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang
cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha
berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat
kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku
komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan
sosial manusia.
BAB III
METODE PENGEMBANGAN PROGRAM
A.
METODE
PEMBELAJARAN
Program
untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa
PAUD” ini memiliki sistem kerja dilakukan dengan pembiasaan sehari-hari selama
berada di sekolah dan juga disampaikan melalui materi mengenai kebudayaan jawa
seperti pembelajaran pada umumnya.
Peserta
didik diberikan basic mengenai
kebudayaan jawa selayaknya penyampaian materi akademis lainnya, sehingga
peserta didik mengetahui dasar-dasar mengenai kebudayaan jawa, baik mengenai
kebudayaan jawa itu sendiri seperti adat istiadat jawa, maupun materi pendukung
seperti materi mengenai bahasa jawa dan pengetahuan umum jawa seperti berbicara
dengan menggunakan bahasa jawa, nama-nama hewan, berhitung dengan menggunakan
bahasa jawa, benda-benda dalam bahasa jawa, nama-nama tokoh pewayangan dan
lain-lain
Maksud
dari dilakukan dengan pembiasaan sehari-hari selama berada di sekolah adalah agar
materi mengenai teori-teori yang telah disampaikan di kelas tadi dapat
diaplikasikan sehigga peserta didik jauh lebih bisa memahami mengenai apa yang
telah diajarkan. Contohnya peserta didik diajak dan dibiasakan melakukan
percakapan dengan menggunakan bahasa jawa yang sesuai dengan lawan bicaranya.
Namun
perlu digarisbawahi meskipun program ini menekankan pada pengajaran budaya jawa
namun sistem pendidikannya tetap mengikuti sistem pendidikan yang berlaku.
B.
MATERI
PEMBELAJARAN
Materi
pembelajarannya adalah sebagai berikut :
1. Kawruh Basa
Yaitu mengenal arti bahasa dalam
menggunakan bahasa Jawa sehari-hari.
2. Paramasastra
Yaitu memahami tata bahasa dalam
bahasa Jawa
3. Unggah-ungguh Basa
Yaitu cara menggunakan bahasa(
pengucapan )terhadap orang yangdibicarakan atau lawan bicara.Bahasa Jawa
mengenal umur,derajat,pangkat,orang yang dibicarakan atau lawan bicara.
4. Kasusastran
Yaitu mengupas masalah hasil karya
sastra, baik sastra lama ( Kuna ) maupun modern.
C.
METODE – METODE AGAR PROGRAM “PENDIDIKAN BUDAYA JAWA UNTUK SISWA
PAUD”
TETAP BERJALAN
Agar
program “Pendidikan
Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini tetap berjalan maka ada beberapa metode yang
akan saya gunakan. Metode- netode untuk menjaga agar “Pendidikan Budaya Jawa
untuk Siswa PAUD” ini tetap berjalan diantaranya adalah :
a.
Selalu mengadakan evaluasi tentang
pelaksanaan program “Pendidikan
Budaya Jawa untuk Siswa PAUD”.
b.
Setelah melakukan evaluasi dan
mengetahui kekurangan dari pelaksanaan program “Pendidikan Budaya Jawa untuk
Siswa PAUD” ini sebisa mungkin segera diperbaiki dan dapat dikembangkan.
c.
Selalu memperbaiki fasilitas dan
kualitas pengajaran “Pendidikan
Budaya Jawa untuk Siswa PAUD”.
d.
Selalu melakukan pemantauan terhadap
pelaksanaan dari program “Pendidikan
Budaya Jawa untuk Siswa PAUD”.
e.
Meyakinkan masyarakat bahwa program ini
bukan merupakan program yang ketinggalan jaman.
BAB IV
PENDUKUNG PROGRAM
PENDUKUNG PROGRAM
A.
FASILITAS
Fasilitas-fasilitas
yang akan digunakan dalam program “Pendidikan
Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini diantaranya adalah :
1.
Poster-poster yang berkaitan dengan
kebudayaan jawa.
2.
Perangkat speaker disetiap kelas, tujuannya adalah untuk memperdengarkan
musik-musik jawa (tembang jawa).
3.
Buku-buku cerita pewayangan.
4.
Education toys atau juga bisa edugames.
Dana untuk penyediaan fasilitas
tesebut adalah berasal dari dinas pendidikan, dinas kebudayaan, dan
sponsor-sponsor yang peduli dengan perkembangan kebudayaan jawa dan pendidikan
B.
PENDAMPINGAN
Untuk
program “Pendidikan
Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini, saya akan menyediakan pendidik-pendidik
profesional dalam bidang kebudayaan jawa untuk menjadi pembimbing sekaligus
pendamping . Pendampingan dilakukan setiap hari selama masa aktif pembelajaran
di sekolah.
BAB V
RENCANA TINDAK
LANJUT
Setelah membuat rencana program “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa
PAUD” saya akan mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan,
dan instansi-instansi yang dianggap berkompeten dalam bidang ini untuk meminta
bantuan dana untuk terlaksananya program ini. Kemudian saya akan memperluas
program ini ke PAUD-PAUD lain.
Setelah program ini sudah mulai
meluas di jenjang PAUD kemungkinan saya akan meluaskannya lagi ke
jenjang-jenjang berikutnya.
DAFTAR RUJUKAN
Sinarmentari4u.blogspot.com/2011/05/pandangan-para-ahli-tentang-pendidikan.html
Rusdarmawan.2009. Childrend’s drawing dalam PAUD untuk orang tua, guru dan pengelola
PAUD.Kreasi Wacana.