Minggu, 01 Desember 2013

MAKALAH PENDIDIKAN BUDAYA JAWA UNTUK SISWA PAUD (TUGAS INDIVIDU)


MAKALAH
PENDIDIKAN BUDAYA JAWA UNTUK SISWA PAUD 



TUGAS INDIVIDU

Oleh:
Galuh Ginanjar Astuti
NIM 120141411495



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Semakin moderennya sistem pembelajaran membuat pembelajaran mengenai budaya jawa semakin tergeser keberadaannya. Padahal dalam kebudayaan jawa terdapat nilai-nilai luhur sebagai alat kontrol yang mendasar yaitu adat istiadat yang mengikat.
Usia dini adalah masa-masa emas perkembangan setiap anak. Pada masa usia dini ini terjadi peningkatan signifikan pada perkembangan dan hal tersebut tidak akan terjadi pada usia berikutnya. Oleh sebab itu anak usia dini harus diberi rangsangan pendidikan yang sesuai dengan usianya agar otak dari anak-anak tersebut bisa berkembang dengan optimal.
Hal inilah yang melatarbelakangi program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini, dengan memberikan pendidikan mengenai kebudayaan jawa sejak usia dini atau usia PAUD maka pembelajaran akan lebih tertanam pada diri anak terutama pembelajaran perilaku yang berbasis kudayaan jawa.

B.     RUMUSAN MASALAH
                           
a.       Bagaimanakah metode pembelajaran pada program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ?
b.      Bagaimanakah agar program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” dapat berlangsung?

C.    TUJUAN
Tujuan dari program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” adalah agar peserta didik lebih mengetahui budaya dimana mereka tinggal sehingga tidak meninggalkan adat istiadat dan kebudayaan yang berlaku di sekitar mereka. Lebih dari itu agar peserta didik memiliki kontrol terhadap perkembangan jaman yang membawa budaya-budaya yang tidak sesuai dengan adat ketimuran.


BAB II
KAJIAN TEORITIK


A.    PENDIDIKAN
Dalam kamus besar bahasa Indonesia pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan), yaitu memelihara akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan itu sendiri memiliki pengertian proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam upaya mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakat. Pendidikan dalam bahasa yunaniberasal dari kata pedagogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang romawi melihat pendidikan sebagai educare mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu di lahirkan di dunia. Bangsa jerman melihat pendidikan sebagai erziehung yang setara dengan educare, yakni membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa jawa, pendidikan berarti pengelolaan, mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.
B.     ANAK DAN ANAK USIA DINI

Menurut pasal 1 ayat (2) undang-undang no. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak menyebutkan bahwa :” anak adalah seorang yang belum mencapai umur 21 tahun (dua puluh satu dan belum pernah kawin )sedangkan usia dini adalh mereka yang berusia lebih dari 2 tahun dan berusia kurang dari 13 tahun. Batasan tersebut dikemukakan oleh mrumfit, moon dan tongue (1991:v). dalam jenjang pendidikan batas terendah usia dini dalam hal ini adalah mereka yang memulai atau duduk di taman kanak-kanak atau kelompok bermain, sedangkan jenjang tertinggi usia dini adalah kira-kira mereka duduk di jenjang sekolah dasar kelas enam.

C.     DEFINISI BUDAYA
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.



BAB III
METODE PENGEMBANGAN PROGRAM


A.    METODE PEMBELAJARAN

Program untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini memiliki sistem kerja dilakukan dengan pembiasaan sehari-hari selama berada di sekolah dan juga disampaikan melalui materi mengenai kebudayaan jawa seperti pembelajaran pada umumnya.
Peserta didik diberikan basic mengenai kebudayaan jawa selayaknya penyampaian materi akademis lainnya, sehingga peserta didik mengetahui dasar-dasar mengenai kebudayaan jawa, baik mengenai kebudayaan jawa itu sendiri seperti adat istiadat jawa, maupun materi pendukung seperti materi mengenai bahasa jawa dan pengetahuan umum jawa seperti berbicara dengan menggunakan bahasa jawa, nama-nama hewan, berhitung dengan menggunakan bahasa jawa, benda-benda dalam bahasa jawa, nama-nama tokoh pewayangan dan lain-lain
Maksud dari dilakukan dengan pembiasaan sehari-hari selama berada di sekolah adalah agar materi mengenai teori-teori yang telah disampaikan di kelas tadi dapat diaplikasikan sehigga peserta didik jauh lebih bisa memahami mengenai apa yang telah diajarkan. Contohnya peserta didik diajak dan dibiasakan melakukan percakapan dengan menggunakan bahasa jawa yang sesuai dengan lawan bicaranya.
Namun perlu digarisbawahi meskipun program ini menekankan pada pengajaran budaya jawa namun sistem pendidikannya tetap mengikuti sistem pendidikan yang berlaku.


B.     MATERI PEMBELAJARAN

Materi pembelajarannya adalah sebagai berikut :
1. Kawruh Basa
Yaitu mengenal arti bahasa dalam menggunakan bahasa Jawa sehari-hari.
2. Paramasastra
Yaitu memahami tata bahasa dalam bahasa Jawa
3. Unggah-ungguh Basa
Yaitu cara menggunakan bahasa( pengucapan )terhadap orang yangdibicarakan atau lawan bicara.Bahasa Jawa mengenal umur,derajat,pangkat,orang yang dibicarakan atau lawan bicara.
4. Kasusastran
Yaitu mengupas masalah hasil karya sastra, baik sastra lama ( Kuna ) maupun modern.

C.    METODE – METODE AGAR PROGRAM “PENDIDIKAN BUDAYA JAWA UNTUK SISWA PAUD” TETAP BERJALAN

Agar program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini tetap berjalan maka ada beberapa metode yang akan saya gunakan. Metode- netode untuk menjaga agar “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini tetap berjalan diantaranya adalah :

a.       Selalu mengadakan evaluasi tentang pelaksanaan program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD”.
b.      Setelah melakukan evaluasi dan mengetahui kekurangan dari pelaksanaan program “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini sebisa mungkin segera diperbaiki dan dapat dikembangkan.
c.       Selalu memperbaiki fasilitas dan kualitas pengajaran Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD”.
d.      Selalu melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan dari program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD”.
e.       Meyakinkan masyarakat bahwa program ini bukan merupakan program yang ketinggalan jaman.






BAB IV
PENDUKUNG PROGRAM


A.    FASILITAS

Fasilitas-fasilitas yang akan digunakan dalam program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini diantaranya adalah :

1.      Poster-poster yang berkaitan dengan kebudayaan jawa.
2.      Perangkat speaker disetiap kelas, tujuannya adalah untuk memperdengarkan musik-musik jawa (tembang jawa).
3.      Buku-buku cerita pewayangan.
4.      Education toys atau juga bisa edugames.
Dana untuk penyediaan fasilitas tesebut adalah berasal dari dinas pendidikan, dinas kebudayaan, dan sponsor-sponsor yang peduli dengan perkembangan kebudayaan jawa dan pendidikan

B.     PENDAMPINGAN

Untuk program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini, saya akan menyediakan pendidik-pendidik profesional dalam bidang kebudayaan jawa untuk menjadi pembimbing sekaligus pendamping . Pendampingan dilakukan setiap hari selama masa aktif pembelajaran di sekolah.

 

BAB V
RENCANA TINDAK LANJUT

Setelah membuat rencana program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” saya akan mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan instansi-instansi yang dianggap berkompeten dalam bidang ini untuk meminta bantuan dana untuk terlaksananya program ini. Kemudian saya akan memperluas program ini ke PAUD-PAUD lain.
Setelah program ini sudah mulai meluas di jenjang PAUD kemungkinan saya akan meluaskannya lagi ke jenjang-jenjang berikutnya.




DAFTAR RUJUKAN

Sinarmentari4u.blogspot.com/2011/05/pandangan-para-ahli-tentang-pendidikan.html

Rusdarmawan.2009. Childrend’s drawing dalam PAUD untuk orang tua, guru dan pengelola PAUD.Kreasi Wacana.