Minggu, 01 Desember 2013

MAKALAH PENDIDIKAN BUDAYA JAWA UNTUK SISWA PAUD (TUGAS INDIVIDU)


MAKALAH
PENDIDIKAN BUDAYA JAWA UNTUK SISWA PAUD 



TUGAS INDIVIDU

Oleh:
Galuh Ginanjar Astuti
NIM 120141411495



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Semakin moderennya sistem pembelajaran membuat pembelajaran mengenai budaya jawa semakin tergeser keberadaannya. Padahal dalam kebudayaan jawa terdapat nilai-nilai luhur sebagai alat kontrol yang mendasar yaitu adat istiadat yang mengikat.
Usia dini adalah masa-masa emas perkembangan setiap anak. Pada masa usia dini ini terjadi peningkatan signifikan pada perkembangan dan hal tersebut tidak akan terjadi pada usia berikutnya. Oleh sebab itu anak usia dini harus diberi rangsangan pendidikan yang sesuai dengan usianya agar otak dari anak-anak tersebut bisa berkembang dengan optimal.
Hal inilah yang melatarbelakangi program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini, dengan memberikan pendidikan mengenai kebudayaan jawa sejak usia dini atau usia PAUD maka pembelajaran akan lebih tertanam pada diri anak terutama pembelajaran perilaku yang berbasis kudayaan jawa.

B.     RUMUSAN MASALAH
                           
a.       Bagaimanakah metode pembelajaran pada program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ?
b.      Bagaimanakah agar program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” dapat berlangsung?

C.    TUJUAN
Tujuan dari program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” adalah agar peserta didik lebih mengetahui budaya dimana mereka tinggal sehingga tidak meninggalkan adat istiadat dan kebudayaan yang berlaku di sekitar mereka. Lebih dari itu agar peserta didik memiliki kontrol terhadap perkembangan jaman yang membawa budaya-budaya yang tidak sesuai dengan adat ketimuran.


BAB II
KAJIAN TEORITIK


A.    PENDIDIKAN
Dalam kamus besar bahasa Indonesia pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan), yaitu memelihara akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan itu sendiri memiliki pengertian proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam upaya mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakat. Pendidikan dalam bahasa yunaniberasal dari kata pedagogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang romawi melihat pendidikan sebagai educare mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu di lahirkan di dunia. Bangsa jerman melihat pendidikan sebagai erziehung yang setara dengan educare, yakni membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa jawa, pendidikan berarti pengelolaan, mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.
B.     ANAK DAN ANAK USIA DINI

Menurut pasal 1 ayat (2) undang-undang no. 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak menyebutkan bahwa :” anak adalah seorang yang belum mencapai umur 21 tahun (dua puluh satu dan belum pernah kawin )sedangkan usia dini adalh mereka yang berusia lebih dari 2 tahun dan berusia kurang dari 13 tahun. Batasan tersebut dikemukakan oleh mrumfit, moon dan tongue (1991:v). dalam jenjang pendidikan batas terendah usia dini dalam hal ini adalah mereka yang memulai atau duduk di taman kanak-kanak atau kelompok bermain, sedangkan jenjang tertinggi usia dini adalah kira-kira mereka duduk di jenjang sekolah dasar kelas enam.

C.     DEFINISI BUDAYA
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.



BAB III
METODE PENGEMBANGAN PROGRAM


A.    METODE PEMBELAJARAN

Program untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini memiliki sistem kerja dilakukan dengan pembiasaan sehari-hari selama berada di sekolah dan juga disampaikan melalui materi mengenai kebudayaan jawa seperti pembelajaran pada umumnya.
Peserta didik diberikan basic mengenai kebudayaan jawa selayaknya penyampaian materi akademis lainnya, sehingga peserta didik mengetahui dasar-dasar mengenai kebudayaan jawa, baik mengenai kebudayaan jawa itu sendiri seperti adat istiadat jawa, maupun materi pendukung seperti materi mengenai bahasa jawa dan pengetahuan umum jawa seperti berbicara dengan menggunakan bahasa jawa, nama-nama hewan, berhitung dengan menggunakan bahasa jawa, benda-benda dalam bahasa jawa, nama-nama tokoh pewayangan dan lain-lain
Maksud dari dilakukan dengan pembiasaan sehari-hari selama berada di sekolah adalah agar materi mengenai teori-teori yang telah disampaikan di kelas tadi dapat diaplikasikan sehigga peserta didik jauh lebih bisa memahami mengenai apa yang telah diajarkan. Contohnya peserta didik diajak dan dibiasakan melakukan percakapan dengan menggunakan bahasa jawa yang sesuai dengan lawan bicaranya.
Namun perlu digarisbawahi meskipun program ini menekankan pada pengajaran budaya jawa namun sistem pendidikannya tetap mengikuti sistem pendidikan yang berlaku.


B.     MATERI PEMBELAJARAN

Materi pembelajarannya adalah sebagai berikut :
1. Kawruh Basa
Yaitu mengenal arti bahasa dalam menggunakan bahasa Jawa sehari-hari.
2. Paramasastra
Yaitu memahami tata bahasa dalam bahasa Jawa
3. Unggah-ungguh Basa
Yaitu cara menggunakan bahasa( pengucapan )terhadap orang yangdibicarakan atau lawan bicara.Bahasa Jawa mengenal umur,derajat,pangkat,orang yang dibicarakan atau lawan bicara.
4. Kasusastran
Yaitu mengupas masalah hasil karya sastra, baik sastra lama ( Kuna ) maupun modern.

C.    METODE – METODE AGAR PROGRAM “PENDIDIKAN BUDAYA JAWA UNTUK SISWA PAUD” TETAP BERJALAN

Agar program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini tetap berjalan maka ada beberapa metode yang akan saya gunakan. Metode- netode untuk menjaga agar “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini tetap berjalan diantaranya adalah :

a.       Selalu mengadakan evaluasi tentang pelaksanaan program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD”.
b.      Setelah melakukan evaluasi dan mengetahui kekurangan dari pelaksanaan program “Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini sebisa mungkin segera diperbaiki dan dapat dikembangkan.
c.       Selalu memperbaiki fasilitas dan kualitas pengajaran Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD”.
d.      Selalu melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan dari program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD”.
e.       Meyakinkan masyarakat bahwa program ini bukan merupakan program yang ketinggalan jaman.






BAB IV
PENDUKUNG PROGRAM


A.    FASILITAS

Fasilitas-fasilitas yang akan digunakan dalam program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini diantaranya adalah :

1.      Poster-poster yang berkaitan dengan kebudayaan jawa.
2.      Perangkat speaker disetiap kelas, tujuannya adalah untuk memperdengarkan musik-musik jawa (tembang jawa).
3.      Buku-buku cerita pewayangan.
4.      Education toys atau juga bisa edugames.
Dana untuk penyediaan fasilitas tesebut adalah berasal dari dinas pendidikan, dinas kebudayaan, dan sponsor-sponsor yang peduli dengan perkembangan kebudayaan jawa dan pendidikan

B.     PENDAMPINGAN

Untuk program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” ini, saya akan menyediakan pendidik-pendidik profesional dalam bidang kebudayaan jawa untuk menjadi pembimbing sekaligus pendamping . Pendampingan dilakukan setiap hari selama masa aktif pembelajaran di sekolah.

 

BAB V
RENCANA TINDAK LANJUT

Setelah membuat rencana program Pendidikan Budaya Jawa untuk Siswa PAUD” saya akan mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan instansi-instansi yang dianggap berkompeten dalam bidang ini untuk meminta bantuan dana untuk terlaksananya program ini. Kemudian saya akan memperluas program ini ke PAUD-PAUD lain.
Setelah program ini sudah mulai meluas di jenjang PAUD kemungkinan saya akan meluaskannya lagi ke jenjang-jenjang berikutnya.




DAFTAR RUJUKAN

Sinarmentari4u.blogspot.com/2011/05/pandangan-para-ahli-tentang-pendidikan.html

Rusdarmawan.2009. Childrend’s drawing dalam PAUD untuk orang tua, guru dan pengelola PAUD.Kreasi Wacana.


Kamis, 28 November 2013

Artikel:
Teknologi Informasi, Inovasi bagi Dunia Pendidikan


Judul: Teknologi Informasi, Inovasi bagi Dunia Pendidikan
Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan.
Nama & E-mail (Penulis): Geger Riyanto
Saya Mahasiswa di Universitas Indonesia
Topik: Teknologi Informasi Dalam Wacana Pendidikan
Tanggal: 14/1/2005
I. TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

A. Dunia Pendidikan Konvensional Indonesia

Secara umum Dunia Pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadi wacana yang publik di Indonesia, dalam arti dibicarakan secara luas oleh berbagai kalangan baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan urusan pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa permasalahan ini tidak pernah menjadi perhatian.

Upaya-upaya peningkatan kualitas mutu serta kuantitas yang membawa nama pendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat ini kita belum melihat hasil dari usaha tersebut. Apabila kita melihat dari sudut pandang nasional atau alias yang umum-umum saja jadi marilah kita lihat apa yang dilakukan oleh pemerintah. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanya bersifat konstitusional demi mendapatkan lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing secara global, semisalkan dengan menetapkan angka batas minimal kelulusan UAN dengan nilai sebesar 4,00 dengan tidak digabung dengan poin pada ujian praktek ditambah lagi tanpa ujian praktek. Pada hal ini bukannya kita menemukan pemerintah berusaha untuk memperbaiki mutu pendidikan melainkan nampak sepertinya pemerintah hendak menjegal generasi kita.

Apabila kita amati dengan seksama, apa sebenarnya yang menjadi inti permasalahan pada dunia pendidikan, mungkin jauh lebih sulit dari menggantang asap. Berbagai hal dapat saja dipersalahkan sebagai pokok masalah yang menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Namun demikian, yang jelas-jelas dapat kita temukan sebagai suatu kecacatan ialah proses belajar mengajar konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa, pelatih dengan peserta latihan, bagaimanapun merupakan sasaran empuk yang paling mudah menjadi sasaran bagi suara-suara kritis yang menghendaki peningkatan kualitas pada dunia pendidikan.

Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untTuk sistem ini, sebab seiring dengan perkembangan zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, namun institut yang masih menggunakan sistem tradisional ini mengajar (di jenjang sekolah tinggi kita anggap memberikan informasi) dengan sangat lambat dan tidak seiring dengan perkembangan IT. Sistem konvensional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia. Karena sifat Internet yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswa dapat memanfaatkan program-program pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka sehingga kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapat teratasi. Dengan perkembangan pesat di bidang teknologi telekomunikasi, multimedia, dan informasi; mendengarkan ceramah, mencatat di atas kertas sudah tentu ketinggalan jaman.

B. Penggunaan IT Dalam Dunia Pendidikan

Arti IT bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Namun hal Pemanfaatan IT ini di Indonesia baru memasuki tahap mempelajari berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan memasuki milenium ketiga ini.

Padahal penggunaan IT ini telah bukanlah suatu wacana yang asing di negeri Paman Sam Sana. Pemanfaatan IT dalam bidang pendidikan sudah merupakan kelaziman di Amerika Serikat pada dasawarsa yang telah lalu. Ini merupakan salah satu bukti utama ketertinggalan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa di dunia.

Berikut ini ialah sampel-sampel dari luar negeri hasil revolusi dari sistem pendidikan yang berhasil memanfaatkan Teknologi Informasi untuk menunjang proses pembelajaran mereka:

1. SD River Oaks di Oaksville, Ontario, Kanada, merupakan contoh tentang apa yang bakal terjadi di sekolah. SD ini dibangun dengan visi khusus: sekolah harus bisa membuat murid memasuki era informasi instan dengan penuh keyakinan. Setiap murid di setiap kelas berkesempatan untuk berhubungan dengan seluruh jaringan komputer sekolah. CD-ROM adalah fakta tentang kehidupan. Sekolah ini bahkan tidak memiiki ensiklopedia dalam bentuk cetakan. Di seluruh perpustakaan, referensinya disimpan di dalam disket video interktif dan CD-ROM-bisa langsung diakses oleh siapa saja, dan dalam berbagai bentuk: sehingga gambar dan fakta bisa dikombinasikan sebelum dicetak;foto bisa digabungkan dengan informasi.

2. SMU Lester B. Pearson di Kanada merupakan model lain dari era komputer ini. Sekolah ini memiliki 300 komputer untuk 1200 murid. Dan sekolah ini memiliki angka putus sekolah yang terendah di Kanada: 4% dibandingkan rata-rata nasional sebesar 30%

3. Prestasi lebih spektakuler ditunjukkan oleh SMP Christopher Columbus di Union City, New Jersey. Di akhir 1980-an, nilai ujian sekolah ini begitu rendah, dan jumlah murid absen dan putus sekolah begitu tinggi hingga negara bagian memutuskan untuk mengambil alih. Lebih dari 99% murid berasal dari keluarga yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.

Bell Atlantic- Sebuah perusahaan telepon di daerah itu membantu menyediakan komputer dan jaringan yang menghubungkan rumah murid dengan ruang kelas, guru, dan administrator sekolah. Semuanya dihubungkan ke Internet, dan para guru dilatih menggunakan komputer pribadi. Sebagai gantinya, para guru mengadakan kursus pelatihan akhir minggu bagi orangtua.

Dalam tempo dua tahun, baik angka putus sekolah maupun murid absen menurun ke titik nol. Nilai ujian-standar murid meningkat hampir 3 kali lebih tinggi dari rata-rata sekolah seantero New Jersey.

Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanya telah mampu memberikan kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi terjadinya perubahan medasar terhadap peran guru: dari informasi ke transformasi. Setiap sistem sekolah harus bersifat moderat terhadap teknologi yang memampukan mereka untuk belajar dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih cerdas. Dan Teknologi Informasi yang menjadi kunci untuk menuju model sekolah masa depan yang lebih baik.

Namun usaha-usaha dari anak-anak bangsa juga terus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam hal penyampaian proses pendidikan dengan penggunaan IT. Semisalnya, baru-baru ini Telkom, Indosat, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan IT untuk pendidikan di Indonesia, dimulai dengan proyek-proyek percontohan.Telkom menyatakan akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan telekomunikasi yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung (backbone) bagi pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan serta implementasi-implementasi lainnya di Indonesia. Bahkan, saat ini Telkom mulai mengembangkan teknologi yang memanfaatkan ISDN (Integrated Sevices Digital Network) untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi jarak jauh (teleconference) sebagai salah satu aplikasi pembelajaran jarak jauh.

Banyak aspek dapat diajukan untuk dijadikan sebagai alasan-alasan untuk mendukung pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya ialah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang terpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang seringkali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan. IT sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di bumi Nusantara, sebab IT yang mengandalkan kemampuan pembelajaran jarak jauhnya tidak terpisah oleh ruang, jarak dan waktu. Demi penggapaian daerah-daerah yang sulit tentunya diharapkan penerapan ini agar dilakukan sesegera mungkin di Indonesia.

IMPLIKASI IT DI DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA

e-Education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia. e-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan IT di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

A. Pemanfaatan IT Bagi Institut Pendidikan

Pesatnya perkembangan IT, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Dilingkungan perguruan tinggi, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.

Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi IT di bidang Pendidikan adalah UI dan ITB. Semisalnya UI. Hampir setiap Fakultas yang terdapat di UI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Contoh lain adalah Universitas Swasta Bina Nusantara juga memiliki jaringan Internet yang sangat mantap, yang melayakkan mereka mendapatkan penghargaan akademi pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan pada situs mereka dapat dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs-situs pendidikan luar negeri seperti Institut Pendidikan California atau Institut Pendidikan Virginia, dan sebagainya.

Pada tingkat pendidikan SMU implikasi IT juga sudah mulai dilakukan walau belum mampu menjajal dengan implikasi-implikasinya pada tingkatan pendidikan lanjutan. Di SMU ini rata-rata penggunaan internet hanyalah sebagai fasilitas tambahan dan lagi IT belum menjadi kurikulum utama yang diajarkan untuk siswa. IT belum menjadi media database utama bagi nilai-nilai, kurikulum, siswa, guru atau yang lainnya. Namun prospek untuk masa depan, penggunaan IT di SMU cukup cerah.

Selain untuk melayani Institut pendidikan secara khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan secara umum di indonesia. Ada juga layanan situs internet yang menyajikan kegiatan sistem pendidikan di indonesia. situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai wadah untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama pendidikan. Contoh dari situs ini adalah www.pendidikan.net

Disamping lingkungan pendidikan, misalnya pada kegiatan penelitian kita dapat memanfaatkan internet guna mencari bahan atau pun data yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut melalui mesin pencari pada internet. Situs tersebut sangat berguna pada saat kita membutuhkan artikel, jurnal ataupun referensi yang dibutuhkan. Situs tersebut contohnya seperti google.com atau searchindonesia.com atau sumpahpalapa.net

Inisiatif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di luar institusi pendidikan formal tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara "Komunitas Sekolah Indonesia". Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com dan smu-net.com

B. IT Sebagai Media Pembelajaran Multimedia

Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Sulawesi dapat berdiskusi masalah teknologi komputer dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharing information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 - 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Penyedia layanan Virtual University ini adalah www.ibuteledukasi.com . Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya belum efektif karena teknologi yang masih minim. Namun diharapkan di masa depan Virtual University ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpi-impikan oleh setiap ahli IT di dunia Pendidikan. Virtual School juga diharapkan untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan.

Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia:

. Akses ke perpustakaan;

. Akses ke pakar;

. Melaksanakan kegiatan kuliah secara online;

. Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan;

. Menyediakan fasilitas mesin pencari data;

. Meyediakan fasilitas diskusi;

. Menyediakan fasilitas direktori alumni dan sekolah;

. Menyediakan fasilitas kerjasama;

. Dan lain - lain.

C. Kendala-Kendala Pengimplikasian di Indonesia

Jika memang IT dan Internet memiliki banyak manfaat, tentunya ingin kita gunakan secepatnya. Namun ada beberapa kendala di Indonesia yang menyebabkan IT dan Internet belum dapat digunakan seoptimal mungkin. Kesiapan pemerintah Indonesia masih patut dipertanyakan dalam hal ini.

Salah satu penyebab utama adalah kurangnya ketersediaan sumber daya manusia, proses transformasi teknologi, infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukumnya yang mengaturnya. apakah infrastruktur hukum yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia cukup memadai untuk menampung perkembangan baru berupa penerapan IT untuk pendidikan ini. Sebab perlu diketahui bahwa Cyber Law belum diterapkan pada dunia Hukum di Indonesia.

Selain itu masih terdapat kekurangan pada hal pengadaan infrastruktur teknologi telekomunikasi, multimedia dan informasi yang merupakan prasyarat terselenggaranya IT untuk pendidikan sementara penetrasi komputer (PC) di Indonesia masih rendah. Biaya penggunaan jasa telekomunikasi juga masih mahal bahkan jaringan telepon masih belum tersedia di berbagai tempat di Indonesia.. Untuk itu perlu dipikirkan akses ke Internet tanpa melalui komputer pribadi di rumah. Sementara itu tempat akses Internet dapat diperlebar jangkauannya melalui fasilitas di kampus, sekolahan, dan bahkan melalui warung Internet.Hal ini tentunya dihadapkan kembali kepada pihak pemerintah maupun pihak swasta; walaupun pada akhirnya terpulang juga kepada pemerintah. Sebab pemerintahlah yang dapat menciptakan iklim kebijakan dan regulasi yang kondusif bagi investasi swasta di bidang pendidikan. Namun sementara pemerintah sendiri masih demikian pelit untuk mengalokasikan dana untuk kebutuhan pendidikan. Saat ini baru Institut-institut pendidikan unggulan yang memiliki fasilitas untuk mengakses jaringan IT yang memadai. Padahal masih banyak institut-institut pendidikan lainnya yang belum diperlengkapi dengan fasilitas IT.

Harapan kita bersama hal ini dapat diatasi sejalan dengan perkembangan telekomunikasi yang semakin canggih dan semakin murah


post by http://e-majalah.com/art05-92.html

Rabu, 27 November 2013

Inovasi dalam Pendidikan Orang Dewasa (POD)


Inovasi dalam POD antara lain:
1.    Distance Education (DE); Perbedaan jarak dan tempat antara pemelajar dan pebelajar, penekanan belajar mandiri, optimalisasi virtual classroom (online learning) serta seminar, workshop, pelatihan, dan lainnya. Tujuannya agar pemelajar dapat mengembangkan minat dan kompetensinya untuk selanjutnya dapat berpartisipasi serta mengembangkan kehidupan sosial kemasyarakatannya.
2.    Organizational Learning (OL); Persaingan, kemajuan teknologi, peningkatan kualitas SDM merupakan beberapa alasan mengapa organisasi harus/ingin belaja. Tujuannya agar organisasi/lembaga dapat secara tanggap dan mandiri (tanpa menunggu peraturan pemerintah) mengembangkan seluruh sumber daya yang ada, sehingga dapat mengikuti arus teknologi dan dapat bersaing dengan organisasi/lembaga serupa.
3.    Workplace Learning; Pengalaman di tempat kerja menjadi sumber pengetahuan dan keterampilan untuk terus mengembangkan kompetensi pemelajar.
4.    Vocational Education & Training (VET); Berorientasi pada kemampuan (skill), mempersiapkan SDM agar mampu bekerja di bidang tertentu. Contoh: Praktek Lapangan pada Diploma, Paduan Suara, Komunitas Fotografi, dll.
5.    Radical Adult Education and Learning; Pendidikan yang membutuhkan waktu singkat untuk membangun dan mengembangkan intelektual serta kehidupan sosial-ekonominya. Contoh: Paket A, B, C atau Pendidikan Budidaya Ikan Lele yang memberi pengalaman dan membangun motivasi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya melalui budidaya ikan lele.
6.    Problem-Based Learning; Berorintasi pada pemecahan masalah, menekankan pada berpikir kritis dan belajar mandiri. Contoh: Magang atau PPL.
7.    Culture Equity and Learning; Keberagaman budaya dalam pemelajar yang berusaha mencapai tujuan pembelajaran yang sama. Contoh: Sanggar tari, Sekolah di Luar Negeri; setiap pemelajar membawa nilai dan budayanya masing-masing untuk bersama-sama belajar dan mencapai tujuan pembelajaran.
Jika kita ingin menerapkan inovasi dalam POD tersebut, yang perlu diperhatikan adalah kesiapan pemelajar, baik dari segi intelektual ataupun pengalaman, sehingga dalam proses pembelajarannya penuh kebermaknaan dan hasilnya dapat mencapai tujuan dengan optimal. Yang terpenting, dalam pendidikan orang dewasa, pemelajar harus memiliki konsep diri yang baik, agar semua pengalaman yang diperoleh dapat dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan diri dan sosialnya dengan optimal.
Teknolog pendidikan harus peka terhadap berbagai inovasi yang bermunculan. Inovasi dalam POD ini perlu dipahami agar kita sebagai teknolog pendidikan dapat membantu pemelajar dalam memecahkan masalah belajar yang dihadapinya sehingga mereka dapat mengembangkan intelektualnya dan meningkatkan taraf hidupnya menjadi lebih baik.
 

Friday, July 19, 2013 by http://ignarest.blogspot.com/2013/07/inovasi-dalam-pendidikan-orang-dewasa.html

 


Hasil refleksi mata kuliah Pendidikan Orang Dewasa
Kamis, 28 Maret 2013
 

Media Blog Sebagai Sarana Chatting dan Sharing antar Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (Tugas Kelompok)



Hai.. Hai,....
Kali ini saya pengen sharing nih sama temen-temen tentang media Blog, khususnya pada Blogger. Kali ini saya membuat sebuah model, gagasan, praktek dan produk inovasi untuk program kegiatan Pendidikan Luar Sekolah  sebagai tugas kelompok yaitu menjadikan Media Blog Sebagai Sarana Chatting dan Sharing antar Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah. Biasanya Blog jarang digunakan sebagai media chat antar sesama teman. Kebanyakan kita Chating hanya melalui media yahoo messenger atau facebook. Kali ini saya merekomendasikan sebuah Gadget Chat pada blog. Blog kebanyakan hanya dijadikan media untuk share tugas, artikel, atau tips-tips pada blog. Coba deh sekali-kali blog dijadikan sarana chatting antar temen-temen PLS. Selain itu chat ini memperluas jaringan pertemanan kita dan Jurusan PLS makin dikenal :). Kali ini saya akan share tentang chat cbox. Chat ini gampang banget. Misalkan kita mengunjungi satu blog teman. Jika kita ingin chating dengannya kita tidak perlu Log In blog terlebih dahulu. Kita bisa langsung masukkan nama kita, dan masukkan message kita langsung Go!!!! Terkirim deh ke Tujuan. Pokoknya pada saat chatting gak harus login ke blog kita terlebih dahulu. Gak ribet deh kayak jejaring sosial lainnya yang mzt Login dulu. Gampang Kan??? Selain itu juga harus promosiin blog kita biar bisa chatting juga melalui blog sama temen-temen yang lain :) Blog kita juga perlu loh dikreasi sebaik mungkin. Saya pun juga masih perlu banyak belajar. Apalagi blogger itu simple banget. Buat nambah gadget-gadget juga gampang :)

Pernahkah anda melihat sebuah kotak obrolan (chatting) pada blog yang anda kunjungi ?


Saya yakin beberapa diantara anda pasti pernah melihatnya, dan saya juga yakin beberapa diantara anda ingin membuat sebuah kotak chatting seperti itu juga di blog nya.


Oke, sebelum saya memberikan tips bagaimana membuat kotak chatting ini. Mungkin anda perlu sedikit mengetahui manfaat dari kotak chatting ini. Karena sudah barang tentu kotak chatting ini dibuat tidak hanya sekedar untuk mempercantik tampilan blog tetapi juga ada tujuan tersendiri yaitu 1) interaksi antara pengunjung blog dengan sesame pengunjung termasuk juga dengan pemilik blog itu sendiri, 2) Promosi blog, selain berinteraksi di media ini anda bisa mempromosikan blog anda 3) Meningkatkan traffic, karena dengan semakin banyak interaksi maka traffic di blog anda akan semakin meningkat.


Jadi saya yakin dengan manfaat tersebut, tidak ada ruginya untuk memasang kotak chatting ini di blog anda. Mantap kan ?

Oke, langsung saja ke TKP

1. Langkah Pertama



Image






  • Buatlah sebuah akun di CBOX untuk mendapatkan sebuah Chat Box


  • Isikan Cbox Name, Email Address, dan Password


  • Setelah itu klik “Creat my Cbox”


  • Kemudian copy kode Cbox anda


2. Langkah kedua



Image



  • Masuk  ke blog anda


  • Masuk ke tata letak/layout


  • Create Gadget HTML/Java script


  • Kamudian letakan kode yang sudah anda copy tadi


  • Save !!! dan lihat hasilnya

Kini anda sudah memiliki sebuah kotak obrolan untuk melakukan interaksi dengan para pengunjung blog anda. 

sekian postingan dari saya...
Semoga bermanfaat....
Selamat mencoba,